The first row is for desktop, and second row is for Tab and Mobile.
You can right click on this text and use Navigator for easy editing. This text message is hidden on all screens using Advanced/responsive tab on left.

Categories

Our Blog

Ciri-Ciri Hujan Frontal dan Dampaknya Terhadap Alam Sekitar

Planet bumi ini dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup dan memiliki beberapa fenomena alam yang berbeda beda. Fenomena alam yang sering terjadi salah satunya yaitu hujan. Saking seringnya terjadi hujan, sampai dianggap bukan fenomena alam lagi. Hujan sendiri juga memiliki beberapa jenis hujan.

Kali ini kita akan membahas tentang jenis hujan frontal. Yuk simak lebih lanjut artikel berikut tentang ciri ciri hujan frontal dan dampaknya terhadap alam sekitar.

 

Apa itu Hujan Frontal

Hujan frontal adalah salah satu jenis hujan yang terjadi akibat pertemuan antara massa udara yang berbeda yaitu massa udara dingin dan massa udara dingin. Karena massa udara yang berbeda bertemu kemudian terjadi pendinginan secara tiba tiba sehingga terjadi kondensasi lalu menjadi hujan frontal. Massa udara yang dingin dengan batasan massa udara yang panas biasa dikenal dengan front. Daerah front merupakan daerah lokasi pertemuan antara massa udara panas dengan massa udara dingin. Dengan pertemuan tersebutlah hujan ini dinamakan dengan hujan frontal.

Ciri ciri dari hujan frontal yaitu adanya badai petir dengan kilat yang terjadi secaraan bersamaan dan terjadi selama beberapa hitungan menit atau jam.

Hujan frontal sendiri biasanya sering terjadi di sekitar daerah lintang yang sedang, di daerah ini merupakan tempat pertemuan antara dua massa udara yang berbeda. Pertemuan antara dua massa udara tersebut terdapat daerah yang memiliki tekanan tinggi yang bergerak menuju daerah yang memiliki tekananan subtropis atau tekanan rendah.

 

Manfaat dari Hujan Frontal

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa terjadinya hujan frontal adalah sebuah fenomena alam yang terjadi di dunia. Fenomena alam sendiri terjadi akibat dari adanya siklus hidrologi yang dimulai dari air laut yang menguap kemudian evaporasi sehingga terjadi turun hujan. Fenomena alam di Indonesia memiliki dua jenis musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Keduanya terjadi secara bergantian kurang lebih selama 6 bulan sekali.

Dari sebuah fenomena alam tersebut kita bisa merasakan manfaat dari hujan frontal baik secara langsung ataupun tidak langsung. Berikut ini ada beberapa manfaat dari hujan frontal yang kita rasakan:

1. Dapat menyuburkan tanaman

Manfaat dari hujan frontal sama seperti manfaat hujan pada umumnya yaitu dapat menyuburkan tanaman. Yang terutama subur adalah tanaman yang ada di daerah front. Tanaman sendiri juga memiliki berbagai keperluan sehingga sangat membutuhkan banyak air. Turunnya hujan sangat bermanfaat untuk tumbuhan dari hujan tersebut tumbuhan bisa memiliki cadangan air yang cukup sehingga bisa bertumbuh dengan subur.

2. Memberikan suhu udara yang segar di daerah front

Sebelum terjadinya turun hujan kita pasti merasakan suhu udara yang panas atau pengap. Hal ini bisa terjadi akibat air yang menguap karena sinar matahari. Dan dengan terjadinya hujan sehingga udara panas ternetralisir sehingga terasa segar dan udara menjadi sejuk.

3. Menambahkan pasokan air yang bersih

Selain itu juga air hujan juga dapat menambahkan cadangan air yang bersih. Turunnya air hujan dapat diserap oleh tanah dan akar akar tumbuhan sehingga terdapat air di dalam tanah. Air yang diserap tersebut menjadi cadangan air yang bersih.

4. Udara di daerah front menjadi bersih dan berkurang

Hujan yang turun ke permukaan bumi dapat membersihkan dan mengurangi polusi udara karena air tersebut turun melewati udara. Pembersihan ini menghilangkan zat-zat polusi yang tidak penting yang ada di udara. Air hujan yang turun dapat menyapu semua zat zat tidak penting sehingga bisa mengurangi tingkat polusi udara. Pembersihan ini terjadi di daerah front karena hujan frontal hanya terjadi di daerah front.

5. Dari adanya pendinginan yang tiba tiba terjadi pelepasan kondensasi

Hujan frontal ini terjadi karena adanya pendinginan yang tiba tiba kemudian terjadi pelepasan kondensasi. Seperti yang sudah diketahui hujan frontal terjadi karena ada dua pertemuan massa udara yang berbeda. Jika kondensasi tersebut tidak menjadi hujan maka akan timbul awan hitam yang gelap di udara yang menggantung. Hal tersebut bisa menimbulkan ancaman. Maka terjadilah hujan frontal sehingga tidak ada awan hitam di udara yang menggantung, sehingga cuaca akan cerah kembali.

 

Dampak Negatif Terjadinya Hujan Frontal

Selain memiliki manfaat hujan frontal juga memiliki dampak negatif. Berikut ini ada beberapa dampak negatif yang bisa terjadi karena adanya hujan frontal:

1. Jika hujan terlalu lama akan terjadi banjir

2. Dapat merusak tanaman

3. Proses pengeringan dapat terganggu

4. Saat aktivitas di luar ruangan dapat terhambat

5. Mengganggu aktivitas para nelayan dan petani

Itulah Ciri ciri hujan frontal dan dampaknya terhadap alam sekitar. Dampak negatif tersebut akan terjadi apabila hujan turun secara terus menerus terlalu lama. Selain terjadinya dampak negatif tersebut kita juga bisa merasakan manfaat turunnya air hujan.

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Gallery

Tag

Subscribe