The first row is for desktop, and second row is for Tab and Mobile.
You can right click on this text and use Navigator for easy editing. This text message is hidden on all screens using Advanced/responsive tab on left.

Categories

Our Blog

Langkah-Langkah Pembelajaran Project Based Learning

Tahukah kamu? Negara Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi pada 10 tahun kedepan, yang dimana jumlah penduduk dengan usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia nonproduktif. Pada masa ini akan terbentuknya generasi emas yang akan memajukan Perekonomian Negara Indonesia dan dapat meringankan beban hidup karena usia produktif > non produktif. Dalam mewujudkannya tentu diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan daya saing dan kualitas yang tinggi. 

Pemerintah dan Kementrian berusaha untuk selalu meningkatkan mutu pembelajaran dengan melakukan pembaruan dalam sistem pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan sistem Project Based Learning (PjBL). Project Based Learning (PjBL) adalah sistem pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai subjek pusat pembelajaran, dimana siswa akan melalui proses pembelajaran seperti proyek atau tugas berkelompok dan diakhiri dengan menghasilkan sebuah produk. Siswa memiliki kebebasan dalam menentukan aktivitas pembelajarannya, siswa melakukan proyek ini dengan kombinasi antar individu ataupun kelompok.

Project Based Learning (PjBL) ini juga memiliki tahapan atau langkah-langkah yang dilalui oleh siswa, berikut adalah langkah langkah Project Based Learning (PjBL) pada SD SMP dan SMA : 

Pada dasarnya langkah langkah Pjbl memiliki 6 fase yang sama, namun pada tingkatan SD SMP maupun SMA tentunya memiliki pendekatan yang berbeda. Umumnya PjBL melalui 6 fase berikut:

1. Pengenalan Masalah (Pertanyaan)

2. Perencanaan Gambaran Proyek

3. Penyusunan Penjadwalan Proyek

4. Pelaksanaan Proyek

5. Menguji dan Mempresentasikan Hasil Proyek

6. Evaluasi dan Refleksi

A. Sekolah Dasar (SD)

Sekolah Dasar merupakan tingkatan Satuan Pendidikan pada anak usia 7 hingga 12 tahun. Pada pola pikir siswa rentan usia tersebut, mereka cenderung aktif dan ingin tahu serta terus mencoba – coba dalam berbagai hal. Mereka juga sangat tajam dan peka dalam menyerap pembelajaran dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Project Based Learning pada siswa Sekolah Dasar diperlukan pendekatan secara halus. Project Based Learning pada siswa Sekolah Dasar dapat dilakukan dengan “belajar sambil bermain” dengan langkah sebagai berikut :

1.Pengenalan Masalah (Pertanyaan)

Guru dapat memberikan ketertarikan siswa terhadap topik yang akan dipelajari dengan mengamati fenomena sekitar (dunia nyata). Contohnya sebagai “Bagaimana dapat terjadinya hujan?” Dengan pertanyaan tersebut, akan terbentuknya inisiatif siswa dalam mencari materi atau data lainnya.

2.Perencanaan Gambaran Proyek

Guru dapat melakukan pengelompokan beberapa siswa atau penugasan individu dalam melakukan proyek tersebut. Alangkah baiknya apabila dilakukan secara berkelompok, sehingga siswa akan mudah berkomunikasi satu sama lain dan berkolaborasi dengan menanyakan atau membahas persoalan yang telah diberikan. Dalam tahap ini siswa dapat menggali untuk berfikir dan membentuk komunikasi satu sama lain.

3.Penyusunan Penjadwalan Proyek

Pada tahap ini Guru harus melakukan penjadwalan seperti berapa lama proyek dilaksanakan atau bagaimana sistem pengerjaannya, alangkah baiknya gunakan sistem “belajar sambil bermain”, gunakan beberapa peralatan media visual yang menarik perhatian sehingga memudahkan siswa dalam menangkap pembelajaran Setelah itu guru mengarahkan kepada siswa dengan pembahasan yang mudah, karena siswa sekolah dasar masih awam terhadap sistematis formal. 

4.Pelaksanaan Proyek

Dalam proses ini, siswa sudah melakukan pengamatan dan juga proses penyusunan proyek. Guru harus berperan aktif dalam mengarahkan siswa agar proyek dapat diselesaikan dengan sesuai. Dalam proses ini tentunya siswa mendapatkan banyak pelajaran seperti cara berpikir, cara menyusun dan cara menyelesaikan masalah.

5.Menguji dan Mempresentasikan Hasil Proyek

Setelah siswa menyelesaikan proyeknya, siswa dapat menguji ataupun mempresentasikan hasil proyek tersebut kepada guru maupun teman temannya. Proses ini akan membentuk sikap percaya diri pada siswa saat mempresentasikannya.

6.Evaluasi dan Refleksi

Guru dapat melakukan evaluasi secara lisan maupun nilai. Siswa sekolah dasar umumnya menyukai penilaian secara visual seperti memberikan stiker dengan bintang ataupun sebagainya, sehingga siswa merasakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.

B. Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Sekolah Menengah Pertama merupakan tingkatan Satuan Pendidikan pada anak usia 12 hingga 15 tahun yang dilakukan setelah menamatkan pendidikan SD. Pada siswa rentan usia tersebut, mereka memiliki masa dalam proses menuju dewasa atau remaja. Mereka biasanya tidak ingin dianggap sebagai anak kecil dan sedang dalam tahap mencari jati diri. Oleh karena itu, Project Based Learning pada siswa Sekolah Menengah Pertama diperlukan teknik yang sistematis dan halus. Project Based Learning pada siswa Sekolah Dasar dapat dilakukan langkah sebagai berikut :

1.Pengenalan Masalah (Pertanyaan)

Guru dapat memberikan pertanyaan atau topik yang akan dibahas. Alangkah baiknya mengguanakan topik Kompetensi Dasar yang mendalam dan nyata. Contohnya apabila memiliki KD Geografi pada lingkungan hidup maka gunakan topik seperti “Pemanasan Global”.

2.Perencanaan Gambaran Proyek

Perencanaan Proyek ini dilakukan secara kolaboratif antara guru dan juga siswa, sehingga semua pihak terlibat dalam proyek ini.

3.Penyusunan Penjadwalan Proyek

Pada tahap ini Guru harus melakukan penjadwalan seperti berapa lama waktu penegerjaan atau bagaimana sistem pengerjaanya. Sementara itu siswa merancang bagaimana entuk proyek yang akan mereka selesaikan.

4.Pelaksanaan Proyek

Dalam proses ini guru di tuntut untuk memantau dan mengarahkan siswa, dalam sekali waktu diperlukannya pengecekan seberapa persen progress yang telah siswa capai dalam proyek tersebut, sehingga dalam pengecekan tersebut guru dapat memantau siswa mana saja yang perlu perbaikan atau mengejar proyek agar tidak ada siswa yang tertingga, dan pada akhirnya akan mewujudkan proyek yang telah di harapkan.

5.Menguji dan Mempresentasikan Hasil Proyek

Setelah selesai mengerjakan proyek, siswa dituntut untuk melakukan presentasi. Presentasi dapat dilakukan dengan tambahan media seperti slide PPT. Sehingga selain meningkatkan komunikasi siswa, disini juga meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang IT.

6.Evaluasi dan Refleksi

Guru dapat melakukan evaluasi secara lisan ataupun nilai. Guru dapat mengapresiasi siswa dengan memberinya sebuah komentar ataupun nilai, dengan begitu siswa merasa bahwa proyek yang mereka buat tidak sia sia.

C. Sekolah Menengah Atas (SMA)

Sekolah Menengah Pertama merupakan tingkatan Satuan Pendidikan pada anak usia 15 hingga 18 tahun yang dilakukan setelah menamatkan pendidikan SMP. Pada siswa rentan usia tersebut mereka cenderung sudah dewasa dan sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Namun usia tersebut umumnya masih dalam proses transisi sehingga masih diperlukannya tuntunan guru dalam segala aspek. Oleh karena itu, Project Based Learning pada siswa Sekolah Menengah Atas dapat dilakukan secara sistematis dan menggunakan rangkaian yang formal dalam pelaporannya.

1.Pengenalan Masalah (Pertanyaan)

Guru dapat memberikan topik yang akan dibahas sebagai proyek. Pada siswa SMA umumnya sudah memiliki pemikiran yang kritis dan mendalam, maka dari itu alankah baiknya diberi topik yang mendalam serta dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan nyata. Dengan adanya pembahasan yang berbobot, siswa akan memiliki kemampuan berpikir yang tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills)

2.Perencanaan Gambaran Proyek

Perencanaan Proyek ini dilakukan secara kolaboratif antara guru dan juga siswa, sehingga semua pihak terlibat dalam proyek ini. Guru akan menjelaskan bagaimana aturan main dan aktivitas proyek yang akan dikerjakan.

3.Penyusunan Penjadwalan Proyek

Pada tahap ini Guru harus melakukan penjadwalan seperti berapa lama waktu pengerjaan atau bagaimana sistem pengerjaannya. Siswa akan merancang bagaimana pembagian tugas antar individu. Siswa dibiarkan untuk mencari hal baru dalam proyek ini, akan tetapi juga guru turut menuntun apabila ada siswa yang menggunakan cara di luar proyek, agar proyek tetap dapat terselesaikan

4.Pelaksanaan Proyek

Dalam proses ini guru bertanggung jawab atas proyek yang telah ditugaskan, dengan kata lain guru harus terus memantau atau memonitoring berapa persen proyek siswa yang telah dikerjakan. Selain itu guru juga menjadi fasilitator/mentor apabila ada siswa yang membutuhkan bantuan dalam proyeknya.

5.Menguji dan Mempresentasikan Hasil Proyek

Pada langkah ini, siswa diharapkan dapat mempresentasikan proyek secara sistematis, siswa juga dapat mengmbangkan Public speaking yang mereka miliki untuk kehidupan kedepannya. Siswa juga diharapkan dapat menggunakan media IT sebagai bentuk mempresentasikan proyeknya.

6.Evaluasi dan Refleksi

Dengan evaluasi dan refleksi, diharapkan dapat membantu siswa dalam mengukur ketercapaian, kemajuan, dan pemahaman siswa. Siswa juga mendapatkan umpan balik Penilaian. Siswa juga dapat mengungkapkan bagaimana kesan atas proyek yang mereka lakukan.

Dengan adanya Project based Learning (PjBL) Siswa diajak untuk memahami dan peduli terhadap permasalahan kehidupan sekitar dalam sehari hari. Diharapkan juga dengan adanya PjBL ini siswa memiliki pemikiran yang kritis, logis, dan detail. Serta dapat mengembangkan siswa menjadi penerus generasi yang unggul dan menjadi Sumber Daya Manusia dengan kualitas tinggi.

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Recent News

Gallery

Tag

Subscribe