LOGO sman 1 yogyakarta

Strategi dan Urutan Membuat PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Untuk Guru

Tak Berkategori

Sekolah dan guru merupakan rumah dan orangtua kedua bagi seorang siswa. Keduanya memegang peranan penting dalam perkembangan serta kelancaran proses  pembelajaran di kelas. Salah satu keberhasilan guru dalam mengajar dapat dilihat melalui kesuksesan siswanya. Biasanya dapat dilihat dari semakin banyak siswa yang dapat melampaui KKM dalam ujian, semakin besar tingkat keberhasilan guru dalam mengajar. 

Interaksi lingkungan yang baik serta pemahaman guru dalam mengatasi permasalahan dalam kelas menjadi salah satu kunci kesuksesan pembelajaran siswa di kelas. Tentunya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan siswa tersebut, guru dapat menemukan pemecahan masalah dengan menggunakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas).

PTK yang dimaksud adalah Penelitian suatu upaya guru untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, karena gurulah yang lebih mengenali apa saja masalah-masalah yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Untuk menyusun Penelitian Tindakan Kelas membutuhkan waktu yang tidak sebentar, maksudnya penelitian semacam ini tidak dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 1 – 2 hari saja. Guru harus dapat mengimplementasikan secara sesuai agar mencapai hasil yang diinginkan.

Dengan adanya PTK, guru dapat memperoleh manfaat sebagai berikut :

– Dapat memperbaiki perilaku siswa.

– Dapat memperbaiki pola mengajar guru.

– Meningkatkan serta memperbaiki praktik pembelajaran kelas.

– Meningkatkan kualitas suatu instansi sekolah.

– Melatih guru untuk menjadi problem solving yang andal.

– Mengubah metode pengajaran yang sesuai sehingga terjadi pengembangkan kinerja profesionalisme guru.

STRATEGI 

PTK yang disusun oleh guru terkadang untuk keperluan kenaikan pangkat atau golongan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, berikut adalah strategi yang dapat digunakan saat merancang/membuat PTK :

1. Pilihlah ide yang menarik dan kreatif sebagai susunan perspektif, konsep, atau perbandingan yang bisa dijadikan landasan pelaksanaan PTK.

Akan lebih baik apabila pembahasan dalam PTK belum pernah dibahas dalam penelitian lainnya. Ide dapat memberikan arah pada isi penelitian yang akan disusun. Pembahasan yang akan ditulis alangkah baiknya sesuai dengan kondisi lapangan, karena akan berkenaan dengan pengimplementasiannya.

2. Gunakan judul yang menarik minat untuk dibaca. Judul menggambarkan awalan ataupun isi dari keseluruhan PTK tersebut. Dengan judul yang menarik dibaca maka akan memunculkan ketertarikan dalam penilaian PTK yang telah disusun.

3. Dalam penulisan latar belakang masalah, tunjukan bahwasannya masalah tersebut sesuai dengan kondisi lapangan. Penulisannya dapat menggunakan kalimat aktif ataupun dengan kata berawalan me- . Untuk penulisan latar belakang masalah, dapat kita tulis secara singkat namun dapat dipahami sebagai pembahasan yang rinci serta luas.

4. Mencari latar belakang masalah dengan pencarian lalu mendeskripsikan suatu permasalahan menggunakan berbagai metode. Setelah itu mencari solusi pemecahan masalah dengan berbagai pendekatan, strategi, trik, atau kiat.

5. Membuat rumusan masalah dengan pertanyaan atau pernyataan serta menyusun rangkaian tindakan yang nantinya bisa memecahkan masalah yang ada.

6. Membuat tujuan PTK sesuai permasalahan yang telah dipilih.

7. Menetapkan cara untuk mengumpulkan data dan instrumen untuk mendapatkan data serta mengaplikasikannya dengan membuat analisis data.

Agar Penelitian Tindakan Kelas dapat diterapkan secara baik sehingga mencapai perbaikan kualitas dalam proses pembelajaran dan hasil belajar siswa, penerapannya PTK akan dibuatkan dalam bentuk penulisan, tentunya diperlukan urutan yang sistematis dan sesuai dengan kaidahnya.

Berikut adalah langkah-langkah umum Penelitian Tindakan Kelas :

1. Melakukan identifikasi dan perumusan masalah

Untuk melakukan identifikasi perumusan masalah yang layak dan dapat dijadikan judul atau pembahasan dalam PTK, guru sebagai peneliti dapat mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri berkenaan dengan proses pembelajaran selama ini. Pertanyaan dan pernyataan yang dilontarkan tersebut dapat menjadi rumusan masalah yang dapat difokuskan untuk menjadi pembahasan dalam PTK.

2. Melakukan analisis masalah

Setelah melakukan identifikasi masalah dan telah memasukkannya ke dalam daftar masalah, selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap masalah tersebut. Terdapat beberapa kriteria dalam pemilihan masalah yang dapat dijadikan dasar penelitian, yaitu :

a. Masalah harus benar-benar penting dan berbobot bagi guru yang bersangkutan.

b. Masalah harus bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

c. Masalah harus dirumuskan secara jelas agar dapat mengungkapkan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut. 

3. Merumuskan hipotesis tindakan

Hipotesis dalam Penelitian Tindakan Kelas bukan hipotesis seperti perbedaan atau hubungan, melainkan sebuah hipotesis tindakan. Rumusan hipotesis Penelitian Tindakan Kelas memuat tindakan yang diusulkan untuk menghasilkan perbaikan sesuai yang diinginkan.

4. Membuat rancangan tindakan dan juga pemantauannya.

Untuk melakukan rancangan tindakan yang menghasilkan suatu perubahan positif, terlebih dahulu harus dilakukan pengkajian kelayakan. Beberapa aspek penting  perlu dikaji kelayakannya berkaitan dengan tindakan pemecahan tersebut seperti kemampuan guru, kemampuan siswa secara fisik ataupun psikologis, ketersediaan fasilitas, dan iklim belajar di kelas.

JURNAL

Setelah rancangan tersebut disetujui, hasil dari PTK tersebut akan disampaikan dalam bentuk laporan dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal. Penulisannya harus mengikuti kaidah umum yang telah ditentukan, sebagai berikut.

Ukuran Kertas : A4

Ukuran Huruf : 12

Jenis huruf : Times News Roman

Spasi : 1,5

Align text : Justify (rata kiri dan kanan)

Margin: Bagian atas dan kiri 4 cm sedangkan untuk bawah dan kanan 3 cm.

Adapun format Jurnal PTK meliputi hal-hal sebagai berikut.

1. Abstrak

Abstrak berisi garis besar/gambaran penelitian yang sedang dilakukan. Di dalam abstrak harus memuat unsur-unsur permasalahan, tujuan, metode, prosedur, hasil dan kesimpulan. Abstrak ditulis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris.

2. Pendahuluan

Pendahuluan memuat latar belakang dilakukannya PTK, tujuan diadakannya PTK, data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan, identifikasi masalah, analisis dan rumusan  masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta definisi istilah bila dianggap perlu. dan ada ulasan sedikit mengenai teori dasar yang melandasi penelitian.

3. Metode Penelitian

Metode penelitian berisi tentang langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan selama penelitian beserta waktunya. Seperti Mengandung unsur: deskripsi lokasi, waktu, mata pelajaran, karakteristik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian.

4. Hasil dan Pembahasan

Hasil dan pembahasan menyajikan hasil penelitian yang nantinya akan dibahas sesuai teori yang ada. Di bagian ini harus menunjukkan seluruh data yang diperoleh selama penelitian.

5. Kesimpulan

Pada bagian kesimpulan, guru akan menemukan kesesuaian antara metode penelitian dan hasil akhir yang diharapkan.

6. Daftar Pustaka

Daftar pustaka memuat seluruh referensi yang dijadikan rujukan dalam melakukan penelitian. Referensi yang digunakan saat membuat PTK harus menggunakan referensi resmi seperti dari textbook, jurnal penelitian, dan laporan penelitian. PTK tidak dapat menggunakan referensi yang kurang akurat, misalnya blog, youtube, sosial media, dan sebagainya.

7. Lampiran-Lampiran

Dapat memuat instrumen penelitian, personalia tenaga peneliti, riwayat hidup masing-masing peneliti, data penelitian, dan bukti lain saat pelaksanaan penelitian.

Setelah melihat pembahasan mengenai PTK, tentunya Bapak/Ibu guru sudah siap untuk melakukan PTK untuk meningkatkan segala bentuk pembelajaran dalam kelas. Peningkatan kualitas pembelajaran melalui PTK akan menghasilkan siswa siswi terunggul mutu dan menjadi penerus bangsa.

Sekolah dan guru merupakan rumah dan orangtua kedua bagi seorang siswa. Keduanya memegang peranan penting dalam perkembangan serta kelancaran proses  pembelajaran di kelas. Salah satu keberhasilan guru dalam mengajar dapat dilihat melalui kesuksesan siswanya. Biasanya dapat dilihat dari semakin banyak siswa yang dapat melampaui KKM dalam ujian, semakin besar tingkat keberhasilan guru dalam mengajar.  Interaksi […]

About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis.

Newsletter

Follow Us