Tips Pembuatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Secara Strategis Untuk Guru

Sekolah dan guru merupakan rumah dan orangtua kedua bagi seorang siswa. Keduanya memegang peranan penting dalam perkembangan serta kelancaran proses  pembelajaran di kelas. Salah satu keberhasilan guru dalam mengajar dapat dilihat melalui kesuksesan siswanya. Biasanya dapat dilihat dari semakin banyak siswa yang dapat melampaui KKM dalam ujian, semakin besar tingkat keberhasilan guru dalam mengajar. 

Interaksi lingkungan yang baik serta pemahaman guru dalam mengatasi permasalahan dalam kelas menjadi salah satu kunci kesuksesan pembelajaran siswa di kelas. Tentunya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan siswa tersebut, guru dapat menemukan pemecahan masalah dengan menggunakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas).

PTK yang dimaksud adalah Penelitian suatu upaya guru untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, karena gurulah yang lebih mengenali apa saja masalah-masalah yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Untuk menyusun Penelitian Tindakan Kelas membutuhkan waktu yang tidak sebentar, maksudnya penelitian semacam ini tidak dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 1 – 2 hari saja. Guru harus dapat mengimplementasikan secara sesuai agar mencapai hasil yang diinginkan.

Dengan adanya PTK, guru dapat memperoleh manfaat sebagai berikut :

  • Dapat memperbaiki perilaku siswa.
  • Dapat memperbaiki pola mengajar guru.
  • Meningkatkan serta memperbaiki praktik pembelajaran kelas.
  • Meningkatkan kualitas suatu instansi sekolah.
  • Melatih guru untuk menjadi problem solving yang andal.
  • Mengubah metode pengajaran yang sesuai sehingga terjadi pengembangkan kinerja profesionalisme guru.

Strategi PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

PTK yang disusun oleh guru terkadang untuk keperluan kenaikan pangkat atau golongan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, berikut adalah strategi yang dapat digunakan saat merancang/membuat PTK :

  1. Pilihlah ide yang menarik dan kreatif sebagai susunan perspektif, konsep, atau perbandingan yang bisa dijadikan landasan pelaksanaan PTK. Akan lebih baik apabila pembahasan dalam PTK belum pernah dibahas dalam penelitian lainnya. Ide dapat memberikan arah pada isi penelitian yang akan disusun. Pembahasan yang akan ditulis alangkah baiknya sesuai dengan kondisi lapangan, karena akan berkenaan dengan pengimplementasiannya.
  2. Gunakan judul yang menarik minat untuk dibaca. Judul menggambarkan awalan ataupun isi dari keseluruhan PTK tersebut. Dengan judul yang menarik dibaca maka akan memunculkan ketertarikan dalam penilaian PTK yang telah disusun.
  3. Dalam penulisan latar belakang masalah, tunjukan bahwasannya masalah tersebut sesuai dengan kondisi lapangan. Penulisannya dapat menggunakan kalimat aktif ataupun dengan kata berawalan me- . Untuk penulisan latar belakang masalah, dapat kita tulis secara singkat namun dapat dipahami sebagai pembahasan yang rinci serta luas.
  4. Mencari latar belakang masalah dengan pencarian lalu mendeskripsikan suatu permasalahan menggunakan berbagai metode. Setelah itu mencari solusi pemecahan masalah dengan berbagai pendekatan, strategi, trik, atau kiat.
  5. Membuat rumusan masalah dengan pertanyaan atau pernyataan serta menyusun rangkaian tindakan yang nantinya bisa memecahkan masalah yang ada.
  6. Membuat tujuan PTK sesuai permasalahan yang telah dipilih.
  7. Menetapkan cara untuk mengumpulkan data dan instrumen untuk mendapatkan data serta mengaplikasikannya dengan membuat analisis data.

 

Perancangan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Agar Penelitian Tindakan Kelas dapat diterapkan secara baik sehingga mencapai perbaikan kualitas dalam proses pembelajaran dan hasil belajar siswa, penerapannya PTK akan dibuatkan dalam bentuk penulisan, tentunya diperlukan urutan yang sistematis dan sesuai dengan kaidahnya. Berikut adalah langkah-langkah umum Penelitian Tindakan Kelas :

  1. Melakukan identifikasi dan perumusan masalah

Untuk melakukan identifikasi perumusan masalah yang layak dan dapat dijadikan judul atau pembahasan dalam PTK, guru sebagai peneliti dapat mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri berkenaan dengan proses pembelajaran selama ini. Pertanyaan dan pernyataan yang dilontarkan tersebut dapat menjadi rumusan masalah yang dapat difokuskan untuk menjadi pembahasan dalam PTK.

  1. Melakukan analisis masalah

Setelah melakukan identifikasi masalah dan telah memasukkannya ke dalam daftar masalah, selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap masalah tersebut. Terdapat beberapa kriteria dalam pemilihan masalah yang dapat dijadikan dasar penelitian, yaitu :

  • Masalah harus bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
  • Masalah harus dirumuskan secara jelas agar dapat mengungkapkan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.
  • Masalah harus benar-benar penting dan berbobot bagi guru yang bersangkutan.
  1. Merumuskan hipotesis tindakan

Hipotesis dalam Penelitian Tindakan Kelas bukan hipotesis seperti perbedaan atau hubungan, melainkan sebuah hipotesis tindakan. Rumusan hipotesis Penelitian Tindakan Kelas memuat tindakan yang diusulkan untuk menghasilkan perbaikan sesuai yang diinginkan.

  1. Membuat rancangan tindakan dan juga pemantauannya.

Untuk melakukan rancangan tindakan yang menghasilkan suatu perubahan positif, terlebih dahulu harus dilakukan pengkajian kelayakan. Beberapa aspek penting  perlu dikaji kelayakannya berkaitan dengan tindakan pemecahan tersebut seperti kemampuan guru, kemampuan siswa secara fisik ataupun psikologis, ketersediaan fasilitas, dan iklim belajar di kelas.

Jurnal Laporan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Setelah rancangan tersebut disetujui, hasil dari PTK tersebut akan disampaikan dalam bentuk laporan dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal. Penulisannya harus mengikuti kaidah umum yang telah ditentukan, sebagai berikut.

  • Ukuran Kertas : A4
  • Ukuran Huruf : 12
  • Jenis huruf : Times News Roman
  • Spasi : 1,5
  • Align text : Justify (rata kiri dan kanan)
  • Margin: Bagian atas dan kiri 4 cm sedangkan untuk bawah dan kanan 3 cm.

Adapun format Jurnal PTK meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Abstrak

Abstrak berupa gambaran besar dari isis penelitian yang dilakukan. Unsur-unsur yang ada di dalam abstrak berisi tentang permasalahan, tujuan, metode, prosedur, hasil dan kesimpulan. Abstrak dikaji dalam dua bahasa, yaitu dalam bahasa Indonesia dan juga dikaji dalam bahasa Inggris.

  1. Pendahuluan

Pendahuluan memuat latar belakang dilakukannya penelitian, seperti tujuan dari diadakannya sebuah PTK, kemudian data awal tentang permasalahan dan  pentingnya masalah dipecahkan, mengidentifikasi masalah, analisis dan merumukan  masalah, tujuan dan manfaat dari penelitian, serta diberi ulasan mengenai teori dasar yang melandasi penelitian tersebut.

  1. Metode Penelitian

Metode penelitian berisi urutan apa saja yang dilakukan selama penelitian. Dan juga menyantumkan aspek seperti lokasi, waktu, mata pelajaran, dan karakteristik siswa di sekolah sebagai subjek utama dari penelitian.

  1. Hasil dan Pembahasan

Hasil dan pembahasan nantinya berisi bahasan sesuai teori yang ada. Hasil yang disampaikan harus keadaan nyata dengan pendukung berupa data.

  1. Kesimpulan

Pada bagian kesimpulan, dapat diisi  penyelesaian berupa kesesuaian antara metode dan juga hasil akhir yang diharapkan.

  1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka dapat berisi refrensi yang dijadikan bahan dasar penelitian tersebut. Bahan dasr ataupun refrensi yang digunakan, harus merupakan data nyata yang dapat terverifikasi seperti jurnal penelitian, ataupun laporan penelitian. PTK tidak dapat menggunakan bahan dasar yang kurang terpercaya, seperti media sosial, media youtube, dan web blog.

  1. Lampiran-Lampiran

Lampiran dapat memuat bagian dari penelitian seperti, riwayat hidup/data diri peneliti, dan bukti lain saat pelaksanaan penelitian.

PTK tentunya sangat bermanfaat dalam mendorong Pendidikan di Indonesia.  Diharapkan juga Tenaga Pendidikan di Indonesia akan semakin memiliki mutu yag berkualitas dan profesionalisme dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat berkembang dan mingkaykan mutu sesuai dengan kompetensinya.